Rabu, 13 Oktober 2010

nieh, cuplikan foto dari mereka,, 

meriah bget sichh,,,
q jdie menyesal bgt g' liat.. hiks-hiks
sampe ada balonya segala.....


tpie, ada berita buruk nich,, 
Kaki Jonghyun terluka. Itu benar. Pihak KU mendapat info ini langsung dari teman dekat mereka di bandara. Karena Jonghyun dipapah dan akhirnya harus digendong sang manajer. Berikut fotonya…
aduch,, nie sebgai pelajaran untuk SHAWOL, kasian kan kalau idola kita sendiri yang menjadi korban,, walaupun kita nge-fens bgt ma dy tpie kita tidak boleh menyakiti mereke seperti ini,, kalau udah kayak gini kan kasihan...karena kejadian nie Onew jdie marah,, 


oia, aku juga udah liat video mereka,, kita patut bangga lho, karena mereka pertama kali menyanyikan lagu hello dan itu di Indonesia,, dan setelah aku liat-liat saat show Key teriak mulu,, tpie ttep ganteng dan energik banget,, truz kalau menurutq sich tenyata matanya Onew lebih sipit darie yang selama ini aku liat,, trua Minho irit banget ma senyumnya ,, apalgi pas lagie nyanyi, kalau Jong Hyun ttep dengan gaya cool-nya... 

(kalau mau cari fotonya yang lebih lengkap.. search aja di google atw di asian fans club juga banyak,,, )



INDONESIA-KOREA

:Tiga lagu yang dibawakan boy band asal Korea SHINee pada Konser Persahabatan di Gedung Tenis Indoor Senayan Selasa (12/10) malam mampu mengguncang ribuan penggemarnya. 


Tiga lagu Ring Ding Dong, Lucifer, dan Helloyang dibawakan dengan enerjik oleh lima orang personilnya --Lee Taemin, 17, Onew, 20, Kim Jonghyun, 20, Choi Minho, 18, dan Key, 19, membuat penonton tidak putus meneriakkan nama boy band itu. 
Konser persahabatan yang berlangsung pada pukul 18.30-20.30 WIB ini adalah bagian dari Pekan Indonesia-Korea yang diselenggarakan pada 10-16 Oktober dengan beragam acara kebudayaan. 
Sebenarnya, selain penampilan SHINee yang sekaligus menutup jalannya konser, terdapat beberapa hiburan yang dibawakan dengan apik juga hadir dalam konser tersebut. 
SHINee tampil membuka konser dengan membawakan musik tradisional Korea 'Sinawe' yang terdiri dari alat musik Gayageum (sitar tradisional Korea), Geomungo (kecapi tradisional Korea), Daegum (suling bambu besar), perkusi, sitar, dan keyboard. Pada akhir pertunjukannya, lagu Bengawan Solo ikut dinyanyikan. 
Dilanjutkan dengan penampilan tari-tarian seperti tari Pendet dan tari Saman hingga penampilan menarik dari penyanyi Gita Gutawa yang berduet dengan penyanyi Korea yang sedang naik daun Naomi dan tampilan atraktif dari band the Dance Company. 
Meskipun penyanyi Korea lainnya, yaitu Son Ho Young dan Koo Jun Yup yang masing-masing membawakan dua lagu tampil mirip dengan performa SHINee yaitu menyanyi sambil menari di atas pentas dengan penuh energi, namun tetap penampilan lima pemuda tersebutlah yang menghasilkan jeritan penonton di dalam maupun di luar ruangan. 
"We love Indonesia", kata seorang personil SHINee disambut dengan teriakan oleh para penggemarnya yang terus mengayunkan glow stick (tongkat yang dapat berpendar) yang dibagikan gratis oleh panitia. 
Penonton yang hadir bukan hanya di dalam ruangan namun juga di luar ruang karena panitia penyelenggara, yaitu Arirang TV dan TVRI menyediakan tiket luar ruang dengan fasilitas layar besar. 
"Penonton di luar berisik sekali, jadi suara SHINee-nya kurang terdengar," keluh Sinta, seorang pengunjung yang kebagian tiket di luar, namun ia tetap senang dapat menonton pertunjukkan idolanya itu. 
Penggemar yang hadir di konser tersebut bukan hanya remaja putri atau perempuan asal Indonesia, tapi juga banyak adalah warga Korea Selatan sendiri yang kebanyakan mendapat tempat di bagian Very Important Person (VIP). 
Beberapa penggemar SHINee setelah konser selesai bahkan masih berusaha untuk ikut sampai ke hotel Mulia tempat boy band ini menginap. Sambutan yang demikian meriah oleh para penonton membuat konser ini lebih cocok disebut konser mini SHINee. (Ant/wt/X-11)

nie da foto-fotonya,, cekiout!
semua senyum,, jong hyun cute bgt dech di snie,, ^^
blum keliatan mukanya,, 
key betulin baju tuh..
nah sekarang malah jong hyun,, what are you doing?? hehe
taemin rambutnya jdie kyak di ring ding dong lagi,,



nah, nie waktu mereka nyanyi..

da jga yang mereka lagi dance...

Key kiri, Jong Hyun tengah. Onew kanan
Taemin di depan...
nieh, JongHyun lagi teriak,,, hehe
semua posenya aneh-aneh..

















Selasa, 12 Oktober 2010

SATU JAM SAJA (LALA KARMELA) ost. Satu Jam Saja

Jangan berakhir
Aku tak ingin berakhir
Satu jam saja
Ku ingin diam berdua
Mengenang yang pernah ada
Jangan berakhir
Kar’na esok takkan lagi
Satu jam saja
Hingga ku rasa bahagia
Mengakhiri segalanya



Tapi kini tak mungkin lagi
Katamu semua sudah tak berarti
Satu jam saja
Itu pun tak mungkin
Tak mungkin lagi

jangan berakhir
Ku ingin sebentar lagi
Satu jam saja
Ijinkan ak
u merasa
Rasa itu pernah ada
Jangan berakhir
Kar’na esok takkan lagi
Satu jam saja
Hingga ku rasa bahagia

Mengakhiri segalanya

Tapi kini tak mungkin lagi
Katamu semua sudah tak berarti
Satu jam saja
Itu pun tak mungkin
Tak mungkin lag
i

Jangan berakhir
Ku ingin sebentar lagi 
satu jam saja

Ijinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada

Ijinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada
*courtesy of FunLirik.com


"IS MY LIFE"


lama banget udah q g' nge-post,, kangen rasanya... 
banyak cerita semasa sekolah,, 
kemarin hari senin tanggal 11 okt 2010.. aku pulang sekolah, ketemu sama anak sd kelas 3 
(kalau g' slah sich kelas 3) nah, dia itu SKSD gitu (sok kenal sok dekat).
 pertama pas dy naik angkot bias aja, tpie lama-lama ternyata nag itu cerewet banget.. 
tapi walaupun cerewet dy anak pintar, soalnya dy ngomong sama kita itu pake bahasa inggris, 
padahal dy baru kelas 3 sd, sedangkan adek q yg 
kelas 2 smp aja kagak ngerti bahasa inggris 
(maklum kelamaan bertengger di rumah, jdie kayak githu dech.."). 
tapi, 1 kekurangan dy, dy g' sopan sama orang yang lebih tua.
 masak dy ajak q ma temen-temen ku berdebat ma dy,, 
aduch anak ini tidak punya sopan santun terhadap orang yang lebih tua dari pada dia...
kalau kecilnya udah kayak gini, 
kyak apa besarnya nanti, aku g' suka masak dy ngomonk jelek tentang aku,, 
aku g' suka walaupun kita punya kekurangan kan 
tpie setidaknya kita juga mempunyai kelebihan..
apalagi yang pas dy bilank aku sombong, padahal aku baru kenal dy 
dan umur ku pun jauh lebih tua dari pada dy 
kenapa dy bisa menganggap aku sombong.... 
pertama sich memank cuma bercanda ,, 
tpie lama-lama itu namanya udah kelewat batas,, 
aku capek ngurusin anak kecil serewet itu. 
tapi, masalahnya sepertinya anak itu tipe-tipe anak yang suka menghina 
teman ku juga ada yang di hina hitamlah apalah ,, 
padalah dia matanya anak itu is bigger g' nyadar apa heuh~.. 
dan juga temanku yang malah bersekongkol dan membela anak itu 
(memank mereka mau aja di bodohin ma nag kecil "CAPEDECH") ... 

Senin, 06 September 2010

nie kelanjutan ff kku jdie kku umumkan 
nie dy..
CHAPTER ke-2


Sungmin berpamitan kembali ke kelasnya. Tapi kan, kelasnya jauh sekali. Sekolah Oppaku kira-kira berjarak 2KM dari sekolahku. Apa sempat dia kembali ke kelasnya. Ah sudahlah, kurasa bukan saatnya memikirkan hal itu karena guru MTK ku , Kim Songsaenim sudah terlihat dan sedang berjalan menuju kelasku. Untung saja aku sudah selesai menyalin PR tadi.
Pulang sekolah, aku terpaksa naik bis lagi karena  Kyuhyun yang biasa pulang bersamaku dengan motornya sedang sibuk. Seperti biasa dia sibuk dengan klub Matematikanya yang akan menghadapi olimpiade. Akhirnya aku pulang dengan teman-teman sekolahku yang lain. Yaitu Sujin, Jaehyeon, Hana,  Hyechan, Youngmi, Gyeoul, Haneul, Jungmin, dan Hyeoran yang segera mengambil tempat duduk masing-masing.
Aku yang naik belakangan terpaksa tak bisa memilih tempat duduk karena hanya tersisa satu tempat duduk kosong. Karena tak ingin berdiri akupun segera duduk di kursi itu. Tak kusangka ternyata yang duduk disampingku adalah Sungmin oppa. Aku baru sadar kalau dia memakai seragam sekolahku. Dia yang baru menyadari keberadaanku pun akhirnya mengajakku ngobrol. Ternyata dia pindah ke sekolahku karena suatu alasan yang tidak bisa diceritakannya kepadaku.
Bis yang kutumpangi sampai di halte dekat rumahku. Aku turun bersama Sujin yang rumahnya dekat dengan rumahku (baca: tetanggaan). Kami bercerita panjang lebar. Dia bercerita tentang orang yang sangat dia benci, yaitu Kibum , teman sebangkunya yang nyebelin karena terlalu dingin dan irit ngomong. Aku pun menceritakan tentang Sungmin oppa. Aku bilang bahwa aku merasa sedikit suka pada Sungmin, aku merasa jantungku selalu berdebar lebih cepat jika berada di dekat Sungmin Oppa. Dan kulihat ekspresi Sujin seperti tidak senang saat aku menceritakan tentang hal tersebut. Akupun berhenti membicarakan Sungmin dan terus berjalan sampai halaman depan Rumahku.
 ** *
Sungmin’s POV
Aku melirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 4 sore. Dengan masih berseragam lengkap aku masuk ke dalam rumahku. Sebenarnya pulang sekolah dari tadi yaitu pukul 2 siang. Tapi aku bertemu teman-temanku untuk sekedar nongkrong-nongkrong sambil merokok beberapa batang rokok. Inilah kelakuan nakalku. Yang membuat Appa dan Ummaku stress. Setelah kuperhatikan, di ruang tamuku duduk seorang cewek berambut pendek sedang duduk sambil melirik jam tangannya.
Aku menghampirinya. Ternyata yang duduk disitu adalah adik sepupuku, Sujin. Tatapan matanya terhadapku terasa aneh. Dia menatapku seakan-akan aku adalah namja berbahaya. Satu-satunya orang yang mengenalku luar dalam hanya dia. Dia yang sangat mengerti sifatku dan alasanku menjadi seperti ini. Dia memang baik dan tidak ember. Sehingga aku mempercayakan semua rahasiaku padanya. Dia juga tak pernah melapor kepada kedua orang tuaku.
“Sungmin, aku mau bicara.” Ucapnya dengan dingin juga dengan tatapan tak bersahabat. “Hey, bisakah kau lebih sopan kepadaku. Jangan panggil aku dengan namaku! Aku lebih tua darimu. Dan jangan menatapku seperti itu!” dia terdiam sebentar mendengar ocehanku. “Keurae, Oppa, aku mau berbicara tentang Sohee.” Katanya lagi masih dengan nada dingin. “Ada apa dengannya? Dia anak kelasmu kan?” tanyaku dengan nada biasa saja. “Oppa, apa kau masih belum mengerti juga? Ok, kalau begitu akan menjelaskan padamu.” Ucapnya kemudian berhenti sambil menarik napas dalam-dalam. “Dia itu anak baik-baik. Jadi kuharap jangan mendekatinya lagi. Aku nggak mau dia terpengaruh olehmu, oleh pergaulanmu yang mengerikan. Dia itu sahabatku. Jadi aku juga pasti akan sedih jika dia sampai terpengaruh olehmu.” Katanya dengan suara meninggi.
Aku hanya diam mendengarkan kata-kata adik sepupuku ini. “Oppa, apa kau mendengarku? Kalau kau dengar, tolong jawab aku!”. Aku menarik napas dalam-dalam sebelum angkat bicara. “Aku tidak akan mempengaruhinya. Tapi kurasa aku tidak bisa menjauhinya. Kalau di dekatnya aku selalu merasa nyaman dan tenang. Dan aku merasa seperti tidak punya masalah. Aku berjanji aku akan menjaganya dan aku berjanji akan berusaha untuk berubah.” Ucapku meyakinkannya. Entah mengapa aku tidak bisa menjauhi Sohee. Meskipun baru kenal beberapa hari tapi rasanya ada ikatan batin antara kami.
“Oppa, tidakkah kau mengerti dia terlalu baik untuk orang sepertimu. Bukannya aku melarang untuk kau dekat dengannya tapi aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya. Dia itu tidak hanya menganggapmu sebagai teman. Dan aku hanya ingin mencegah sebelum terlambat.” Ucapnya lagi. “Aku berjanji tidak akan mencintainya. Aku hanya menganggapnya sebagai dongsaeng sama sepertimu.” Kulihat dia sedikitlega mendengar ucapanku. “Kupegang janjimu, Oppa. Ingat itu!” kali ini dengan tatapan mengancam.
Dalam hatiku aku berjanji akan menjadi orang baik. Aku tidakperduli lagi dengan kedua orang tuaku dan Hyungku apapun yang mereka lakukan, aku akn berusaha menjadi orang baik.
** *
Sohee’s POV
Semakin lama hubunganku dengan Sungmin Oppa semakin dekat. Saat jam istirahat kami selalu bersama juga selalu pulang bareng. Aku jadi semakin mengenal Sungmin Oppa. Dia orang yang sangat baik juga perhatian. Aku rasa aku menyukainya bahkan mungkin mencintainya. Saat di dekatnya aku selalu merasa aman dan nyaman. Tapi aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya.
Bel pulang sekolah berbunyi. Seperti biasa aku segera keluar kelas untuk menemui Sungmin Oppa yang belakangan ini selalu menungguku di depan kelas untuk pulang bareng. Tapi hari ini dia tidak ada di depan kelasku. Mungkin kelasnya sedikit terlambat. Dengan sedikit berlari, aku pergi menuju kelasnya. Akhirnya sampai juga di depan kelasnya. Tapi ternyata kelasnya sudah kosong. Dengan perasaan kecewa, aku pun berjalan gontai kearah toilet yang letaknya di pojok sekolah.
Setelah berjalan beberapa saat, aku mendengar dua orang yang sedang bercakap-cakap di salah satu ruangan kelas. Yang satu suara seorang yeoja dan yang satunya lagi adalah suara seorang namja. Kurasa aku mengenal dua suara itu. Karena penasaran, akupun mendekati sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya aku dengan apa yang kulihat. Dua orang itu adalah Sungmin Oppa dan Sujin. Mereka berdua terlihat sangat akrab. Sesekali mereka tertawa dan Sungmin Oppa mengacak-acak rambut pendek Sujin. Inilah percakapan mereka.
Sujin      : “Sungmin, kemarin sore aku kerumahmu. Trus, Appa mu membangga-banggakanmu didepanku. Dia bilang kau sudah berubah sekarang. Bagaimana bisa kau berubah?”
Sungmin  : “HYA, bisakah kau memanggilku Oppa? Kemrin-kemarin kau memanggilku Oppa. Kenapa sekarang kau kembali memanggilku dengan namaku lagi?”
Sujin      : “Aku tidak mau memanggilmu Oppa, aku panggil hyung saja yach!”
Sungmin  : “Ok, kurasa aku berubah karena ada seseorang yang membuatku berpikir untuk berubah.”
Sujin      : “ Kurasa aku tau siapa orang itu. Pasti orang itu aku.”
Sungmin   : “Narsis sekali kau. Tapi aku suka sifat narsismu itu” (sambil mengacak-ngacak rambut Sujin)
                Mereka berdua terlihat sangat akrab. Sejak kapan mereka sedekat itu. Melihat keakraban mereka membuat hatiku sakit. Aku menggigit bibir bawahku agar air mataku tidak keluar. Tapi semakin lama air mata ini semakin tidak bisa kubendung lagi. Akupun berlari dan terus berlari. Hatiku hancur berkeping-keping. Air mataku terus mengalir tanpa kuperintahkan. Aku tidak menyangka sahabat yang selama ini kupercaya menghianatiku. Aku juga tidak menyangka orang sebaik Sungmin Oppa tega melakukan ini terhadapku. Aku terus berlari. Tiba-tiba aku seperti menabrak seseorang.
                Ternyata yang kutabrak adalah Kyuhyun. Melihatku menangis, kyuhyun segera menarik tanganku ke salah satu kelas yang kosong. “kenapa kau menangis? Ceritakan padaku!” ucap kyuhyun sambil memberikan tissue padaku. Akupun menceritakan apa yang kulihat tadi. Dia hanya tertawa. Dan berkata. “Apa Sujin belum cerita?” kata-katanya itu membuatku penasaran. Jangan-jangan Sungmin Oppa dan Sujin berpacaran. Aku tak berani menanyakan hal itu. Kalaupun mereka berpacaran kenapa mereka nggak pernah cerita.  Aku hanya menggelengkan kepalaku saat Kyuhyun menanyakan itu. “ohya, sebaiknya kau cepat pulang. Aku harus kemabali ke ruangan klub MTKku. Jangan sampai orangtuamu khawatir karena kau pulang lama! Aku pergi dulu ya!” ucapnya sambil berbalik menuju pintu.
                “Tunggu!” teriakku sambil berlari kearah Kyuhyun. “Apa lagi?” tanyanya sambil berbalik kearahku. “kurasa hubungan persahabatan kita semakin jauh.” Kataku. “kau juga berpikir begitu? Mungkin kau terlalu asik dengan pacarmu itu sehingga melupakan sahabat-sahabatmu.” Komentarnya. “Sebagai permintaan maafku, mau nggak besok jam 4 kita ke restoran prancis di daerah Apgujung. Aku traktir kamu dech.” Rayuku. “baiklah, kutunggu di restoran itu. Jangan terlambat ya!” katanya. Aku hanya mengangguk.
                Pulang sekolah aku pulang dengan Sungmin Oppa. Karena kejadian kemarin, hari ini aku bersikap dingin kepada Sujin. Tapi nggak tau kenapa aku tidak bisa marah kepada Sungmin Oppa. Bahkan pulang sekolah ini dia bilang ingin mengajakku ke suatu tempat dan aku mengikutinya. Meskipun nanti sore aku ada janji dengan Kyuhyun aku tetap saja mengikuti Sungmin. Apa mungkin aku sudah terlalu cinta sama Sungmin sehingga apa yang Sungmin Oppa suruh selalu kuikuti.
                Setelah berjalan beberapa lama akhirnya kami sampai di tempat yang Sungmin oppa maksud. Ternyata tempat itu adalah perpustakaan kota. Ternyata Sungmin Oppa tahu kalau aku suka membaca. Darimana dia tahu yawh. Tunggu, aku nggak boleh kepincut sama perlakuannya hari ini. Aku hanya ingin mencari tahu apakah mereka berdua benar-benar pacaran. Kalau mereka benar-benar pacaran kenapa Sungmin Oppa malah lebih sering dekat denganku daripada Sujin. Sepertinya ada yang tidak beres. Pokoknya aku sudah bertekad hari ini aku harus dapat penjelasan atas semua yang terjadi.
I LIKE THE NIGHT TAKBIRAN^_~

puasa tinggal 3 hari lagie ....
kku g' sabar nunggu lebaran nanti ,, 
hari lebaran adalah hari kemenangan islam (setau kku sich ntu arti hari lebaran) 
oia kalau harie lebaran ntu pasti senenk banget,
apalagi waktu malem takbiran ,, 


hahaha kadang banyak ntu anak-anak g' dink kakak-kakak
yang lewat-lewat di Gg-Gg 
termasuk Gg kku juga,, 
tau g' kalau lewat ntu sambil takbiran gituh terus bawa-bawa obor 


"tw kn obor" kenapa kku tw
orank kku nungguin kakak-kakak ntu lewat koq hahaha
tpie kku g' sendirian kku ma temen-temen kku.,. (tpie ntu dulu!!)


oia pernah juga paz banget malam-malam takbiran
orangtua kku ngajak jalan-jalan 
sambil beli-beli barang-barang g' jelaz githu..


tpie kku ikut aja ..
nah paz di jalan rame banget tuh jalanan sangatta
kayak-nya sich gara-gara ada pawai gituh di jalan 
sambil takbiran ada yang naek mobil 
dan ada juga yang naik motor....


nah paz waktu beli kan beli-nya di pinggir jalan tuh 
yang biasa kku sebut di palek-palek
jadie mobil kku di parkir.. nah ., 
paz sudah selesai beli ,, 




eh malah sekumpulan/rombongan pawai lewat 
aissh jadie kku n' keluarga kku kejebak di pawai ,, 
darie pada g' pulank ywdah jdie kita ngikutin ntu pawai
sampe jauh banget .. 


tuh udah ngantuk banget abis udah jam 11 malam ,, 
jdie kami putusin untuk pulank ...
sampe di rumah langsung kku masuk rumah langsung tidur.. 
ampe pagie ibu kku bangunin......


hahaha pengalaman waktu malem takbiran!!

Jumat, 03 September 2010

HADUCH.HADUCH.HADUCH !

apa yang terjadie di blog kku  …
( ssssst………. diam bokap gue kerja malem tau!)
jwb: ya maap nama-nya juga Fitri tropica wkwkwkwkwkwk
mohon ma’af ych banyak terjadi kesalahan di blog kku( hahaha~) 
karena kku Cuma nulis tpie tiba-tiba jdie kayak githu,, sebel dech.. haish!

kayak-nya di kalau di liat drie mana pun g’ bisa di baca dechh.. 
darie depan za udah g’ keliatan apa lagie dari sisi kiri atw kanan mati za!
 ywdah dech kku mw nge-post yg laen 
gra-gra kku lupa untuk ngasih tebel warna tulisan-nya ehh dy malah kayak getoh *ala fitri tropica* 

mohon ma’af sekali lagie kku ucap kan kku jdie ikut bersedih hiks.hiks.. (wooooooiiiiii !!! siapa juga yang mau baca tulisan di blog mue) 
sakit ati!  
kku menjawab (“manusia lah masa’ hewan kyak loe”)
>malez dch gue kalo’ dah kayak gnie<

Sabtu, 28 Agustus 2010

Shinee – Lucifer Lyrics


Sumeul kotdo chatji mosae naneun piharyeoko aesseobwado
Keobujocha hal su eobneun neke kadyeobeorin na
Sarangee eotdamyeon jeongmal saranghaetdeon keoramyeon naeke eereojineun mara
Her whisper is the LUCIFER
* Nareul mukko kadundamyeon sarangdo mukkin chae miraedo mukkin chae keojil su eobneunde
Jayurobke biwonotko barabwa ojik neoman chaeulke neoman kadeuk chaeulke
Keobu hal su eobneun neoe maryeokeun LUCIFER
Keobu hal su eobneun neoe maryeokeun LUCIFER
Dakaseomyeon neoneun machi cheonsa kateun eolkullo nareul saneun iyura, marako
Neoreul cheoeum bwatseul ddae jjalbeun sunkan meomchwobeoryeotji
Nuka machi nae simjangeul kkwak chae notji anneun keotcheoreom (ajikkkajido)
Neoneun keureotke nae mameul da, da, da, da, da, da kajeonotko
Nika obseumyeon nae mami da tabeorike mandeunda
* Repeat
Loverhollic, Robotronic, Loverhollic, Robotronic
Nawa kaji nanun sarangyaekideul narang kateun koseul baraboneun neo
Oori deo isangeun wanbyeokaejil su eobdako neukkyeotseul ddae
Naman chyeodabwa. Neoneun deo, deo, deo, deo, deo, deo, nareul wonae
Naman barabwa. Modeun ke, ke, ke, ke, ke, ke nika jungsim
Eonjebuteonka jokeumssik jalmotdwaen keot kata eesanghan neo
Nal aldeon saramdeul modu hana dulssik kyeoteul ddeona nan kajin ke neobbuniko
* Repeat
Machi yuriseonge kadyeonbeorin bbieroman dwaen keot kata
Jeoldae manjok eobneun neoreul wihae chumeul chuneun na
Hwani deuryeodaboko nwaereul manjyeon babo dwaen keot kata
Nan jeomjeom neke kkeullyeokaneun keotman kateunde
Loverhollic, Robotronic, Loverhollic, Robotronic
Nika miun keon anya sildan keotdo anya danji keureon nunbichi budamil bbun
Eodi anka eeryeotke nan neoman baraboko kidaryeo watjana
Rap: Neoe nunbichi nal sarojabda nari jinalsurok nalkarowojyeotda
Neoe jibchake jichyeotda mani beeotda mame pika nanda
Na sseureojil jjeum dwaemyeon dakawaseo cheonsakaji “saranghae”ran mal
Nuka jinjja neoyeotneunji aldakado hetkallike mandeunda
* Repeat
Machi yuriseonge kadyeonbeorin bbieroman dwaen keot kata
Neoreul naebdwo jayurowo jil ddae neoreul jinjja saranghal su itko
Hwoni deulyeodaboko nwaereul manjyeo babo dwaen keot kata
Nareul naebdwo jillikedo malko neoreul jinjja barabol su itke
Nareul mokko kadundamyeon sarangdo mukkin chae miraedo mukkin keojil su eobneunde
Loverhollic, Robotronic, Loverhollic, Robotronic
Keobuhal su eobneun neoe maryeokeun LUCIFER

TayLor Swift "Love sToRy"

                                                
                                                     We were both young, when I first saw you.
                                                       I close my eyes and the flashback starts-
                                                   I’m standing there, on a balcony in summer air.

                                                       I see the lights; see the party, the ball gowns.
                                                   I see you make your way through the crowd-
                                                         You say hello, little did I know…

                                                  That you were Romeo, you were throwing pebbles-
                                                          And my daddy said “stay away from Juliet”-
                                                           And I was crying on the staircase-
                                                              begging you please don’t go…
                                                                          And I said…

                                                  Romeo take me somewhere, we can be alone.
                                                    I’ll be waiting; all there’s left to do is run.
                                                  You’ll be the prince and I’ll be the princess,
                                                             It’s a love story, baby, just say yes.

                                                  So I sneak out to the garden to see you.
                                            We keep quiet, because we’re dead if they knew-
                                       So close your eyes… escape this town for a little while.
                                                                        Oh, Oh.

                                        Cause you were Romeo – I was a scarlet letter,
                                          And my daddy said “stay away from Juliet” -
                                                  but you were everything to me-
                                            I was begging you, please don’t go-
                                                              And I said…

                                       Romeo take me somewhere, we can be alone.
                                                I’ll be waiting; all there’s left to do is run.
                                           You’ll be the prince and I’ll be the princess.
                                                 It’s a love story, baby, just say yes-

                                         Romeo save me, they’re trying to tell me how to feel.
                                                This love is difficult, but it’s real.
                                            Don’t be afraid, we’ll make it out of this mess.
                                                  It’s a love story, baby, just say yes.
                                                                  Oh, Oh.

                                                          I got tired of waiting.
                                            Wondering if you were ever coming around.
                                                  My faith in you was fading-
                                          When I met you on the outskirts of town.
                                                          And I said…

                                            Romeo save me, I’ve been feeling so alone.
                                          I keep waiting, for you but you never come.
                                         Is this in my head, I don’t know what to think-
                                     He knelt to the ground and pulled out a ring and said…

                                          Marry me Juliet, you’ll never have to be alone.
                                         I love you, and that’s all I really know.
                                     I talked to your dad — go pick out a white dress
                                          It’s a love story, baby just say… yes.
                                                  Oh, Oh, Oh, Oh, Oh.

                                           We were both young when I first saw you.


TayLor Swift "Love sToRy"

  






We were both young, when I first saw you.
                                                       I close my eyes and the flashback starts-
                                                   I’m standing there, on a balcony in summer air.

                                                       I see the lights; see the party, the ball gowns.
                                                   I see you make your way through the crowd-
                                                         You say hello, little did I know…

                                                  That you were Romeo, you were throwing pebbles-
                                                          And my daddy said “stay away from Juliet”-
                                                           And I was crying on the staircase-
                                                              begging you please don’t go…
                                                                          And I said…

                                                  Romeo take me somewhere, we can be alone.
                                                    I’ll be waiting; all there’s left to do is run.
                                                  You’ll be the prince and I’ll be the princess,
                                                             It’s a love story, baby, just say yes.

                                                  So I sneak out to the garden to see you.
                                            We keep quiet, because we’re dead if they knew-
                                       So close your eyes… escape this town for a little while.
                                                                        Oh, Oh.

                                        Cause you were Romeo – I was a scarlet letter,
                                          And my daddy said “stay away from Juliet” -
                                                  but you were everything to me-
                                            I was begging you, please don’t go-
                                                              And I said…

                                       Romeo take me somewhere, we can be alone.
                                                I’ll be waiting; all there’s left to do is run.
                                           You’ll be the prince and I’ll be the princess.
                                                 It’s a love story, baby, just say yes-

                                         Romeo save me, they’re trying to tell me how to feel.
                                                This love is difficult, but it’s real.
                                            Don’t be afraid, we’ll make it out of this mess.
                                                  It’s a love story, baby, just say yes.
                                                                  Oh, Oh.

                                                          I got tired of waiting.
                                            Wondering if you were ever coming around.
                                                  My faith in you was fading-
                                          When I met you on the outskirts of town.
                                                          And I said…

                                            Romeo save me, I’ve been feeling so alone.
                                          I keep waiting, for you but you never come.
                                         Is this in my head, I don’t know what to think-
                                     He knelt to the ground and pulled out a ring and said…

                                          Marry me Juliet, you’ll never have to be alone.
                                         I love you, and that’s all I really know.
                                     I talked to your dad — go pick out a white dress
                                          It’s a love story, baby just say… yes.
                                                  Oh, Oh, Oh, Oh, Oh.

                                           We were both young when I first saw you.


Libur Telah Tiba - Tasya

Libur telah tiba,libur telah tiba

Hore,Hore,Hore

Simpanlah tas dan bukumu
Lupakan keluh kesahmu

Libur telah tiba,libur telah tiba
Hatiku gembira !

CERITA KKU^^

tdie pagi kku habiz dari pesantren kilat. 
biasa  program sekolah getoh ,, 
sekaligus harie terakhir kku di skul... 
pas SanLat harie pertama-nya perut kku sakit banget
 ampe kku kira nie harie sial kku paz SanLat mlah kku sakit mag..
 emank sich rasa-nya kyak sakit mag,, tpie rasa-nya g' ilank-ilank ..
 paz istirahat karna harie jum'at yg nag-nag cwo'-nya pda sholat jum'at 
jdie yg cwe'nya istirahat smbil nunggu cwo'nya selesai sholat,, 
nah, paz ntu tuh koq jdi-nya perasaan kku g' enak, paz kku cek ke kamar mandi ternyata 
kku kena (......) "di sensor" ,, 
drie perasaan kku hrie sial dan sekarang menjadi hari sial beneran.
huh! mna kku g' bwa pem**lut lgie.. mampuz sudah kku ,, 
paz kku keluar kamar mandi kku liat da temen kku langsung za kku bilank 
kalo kku lgi (......) tpie mreka semua g' da yg bwa.. teruz da puti,, 
kn dy jga lagi sama kyak kku langsung dech kku minta ma dy 
karna kalo mw beli ma bu guru(di skul kku bu guru bk jualan ntu satu Rp.1000) "promosi" 
kelamaan abiz udah masukan ntu .. 
akhir-nya kku bza pke ntu memank kao adalah malaikat penyelamat kku ....
tpie g' nyaman banget abiz paz duduk-nya kelamaan sampe kku was-was kku tkut kalo kku tembuz,, 
malu donk sekian banyak-nya nag-nag "ratusan lebih" mzak kku bikin malu,, 

Jumat, 27 Agustus 2010

Tokoh yg berperan dalam ff kku

                                                                  SungMin(pacar kku ^^)
DongHae(oppa kku)

EunHyuk(temen oppa kku)

KyuHyun(sahabat kku)

Lee Teuk

Kibum

yg nama-nya g' da keterangan-nya berarti peran-nya di ff kku g' jelaz, drie pada ntar kku nulis-nya g' sesuai dengan cerita-nya jdie lebih baik g' kku tulis,, setau kku sich nie yg berperan di ff kku tpie kalau kelebihan atau da yg berperan tpie g' kku tulis maakan ychh.. hehehe :)
nie kelanjutan ff-nya karna banyak permintaan jdie nie "CHAPTER ke-2" hehehehe 
comment:kegedean tuh tulisanya ... 
me: biarin.. nama jga fitri tropica getoh .
comment: Lebay!
me: biarin! hahaha
comment:ckckckckckck

CHapter ke-2

“Naeirimyeon urriga mannadeon
Jeogil motungiro nan dasineun gal su eomneun geojyo”

                Lagu blue tomorrow mengalun lembut dari handphoneku, menandakan ada telepon masuk. Aku segera mengangkatnya tanpa melihat siapa yang meneleponku. “Yeoboseyo.” Ucapku memulai percakapan. Ternyata yang menelepon adalah Ummaku. Suara di seberang sana adalah suara khas seorang ibu yang sedang khawatir. Dia mengomel-ngomel dan teriak-teriak. Akupun menceritakan semua yang terjadi. Mianhae Umma, aku sudah membuatmu khawatir. Terdengar suara ummaku meneriaki oppaku agar menjemputku. Umma menanyakan tempatku berada dan aku menanyakannnya pada cowok itu. Dia menjelaskan padaku dan aku menjelaskan pada Ummaku.
                Tiba-tiba cowok itu berdiri dari duduknya. “Huh, lega! Akhirnya bisa berdiri juga.” Kata orang itu sambil tertawa-tawa kecil. “Apa maksudmu?” tanyaku penasaran dengan tingkahnya. “Dari tadi sore aku terus duduk disini karena ada seorang cewek yang terus tidur di pundakku.”  Ha… ha… ha… aku yakin pasti cewek yang dia maksud itu aku. Aku jadi malu. Aku yakin sekarang ini pasti pipiku merah. “Mi…mianhae!” ucapku malu-malu. “mianhae hargeoskkajineun eopseo!” kata cowok itu lagi yang semakin membuatku nggak enak. “kamu mau dijemput, ya?” tanya cowok itu sambil menatap ke arahku. Swear deh, wajahnya manis banget. “Ye!” jawabku singkat. “baguslah, sepertinya aku juga harus pulang.” Katanya lagi.
                Tiba-tiba ponselku berbunyi lagi. Kuangkat ternyata yang menelpon adalah oppaku. Dia menanyakan tempatku berada. Aku pun menjelaskan padanya. Aku menutup teleponku. Cowok itupun pamit pulang saat lampu mobil oppaku terlihat dari jauh. Aku tahu kalau itu adalah lampu mobil oppaku karena ada bekas kecelakaan di lampu mobil depannya. Aku melihat kepergian cowok itu. Dia berjalan menuju jalan kecil di dekat halte sambil melambaikan tangan padaku dan aku membalasnya.
                Mobil oppaku berhenti di depanku. “Donghae oppa” panggilku. Donghae oppa membukakan pintu mobil dan menyuruhku masuk. Aku pun masuk ke dalam mobil. Donghae oppa melihatku dengan tatapan heran. “Waeyo?” tanyaku heran dengan tatapannya. “kenapa kau memakai jas seragam cowok sekolahku?” tanyanya. Aku memperhatikan tubuhku. Sekarang aku kelas 2 SMA dan oppaku kelas 3 SMA. Kami berbeda sekolah, jadi seragam sekolahnya juga berbeda. “coba sini kulihat jas itu.” Kata oppaku sambil menarik jas itu dari tubuhku. Dia membaca tulisan di depan jas itu. “apakah ini milik Lee Sungmin yang itu?” ucap oppaku bergumam. “Mwo?” tanyaku heran .”Aniyo.” ucapnya.
                Sungmin’s POV
                Aku berjalan di jalan setapak menuju rumahku. Sesekali aku melirik jam tangan yang melingkar di tangan kananku. Jarum jam telah menunjukkan pukul 11.15 p.m. Aku yakin pasti aku akan kena marah nanti. Aku pun melanjutkan langkah menuju rumah besar yang terkesan mewah. Kini aku sudah sampai di depan rumahku. Rumah dengan penerangan yang cukup. Pagar rumahku terkunci. Aku melihat security yang menjaga rumahku sedang tertidur lelap di posnya. Karena tak ingin membangunkannya akupun memanjat pagar setinggi 2 meter ini. Hup, aku mendarat dengan sempurna di tanah berlapis semen yang kini tengah kuinjak.
                Aku merogoh kantong tas ranselku yang dari tadi berada di pundakku. Akhirnya aku mendapatkan benda yang kucari. Beberapa kunci berwarna perak bergantung pada gantungan kunci kecil berbentuk dadu. Tanpa pikir panjang akupun memasukkan salah satu kunci itu di dalam lubang kunci di pintu besar didepanku. Aku memutar kenop kunci itu dan pintu besar didepankupun terbuka. Aku masuk kedalam rumahku yang sepi. Syukurlah sepertinya penghuni rumahku sudah tidur semua. Aku berjalan melewati perabotan rumah mewah yang berjejer di sekelilingku. Bukan pemandangan yang ganjil bagi anak pengusaha sukses sepertiku.
                Namaku Lee Sungmin, umurku 18 tahun dan sekarang kelas 3 SMA. Ayahku adalah seornag pengusaha sukses yang memiliki beberapa perusahaan. Aku punya kakak laki-laki yang bernama Leeteuk. Dia sekarang sedang kuliah di Amerika. Apapun yang kuingikan bisa kudapatkan dengan kekayaan orangtuaku. Tapi aku tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari mereka. Yang mereka sayangi hanyalah hyungku. Mereka selalu membangga-banggakan dia di depan keluarga ataupun teman-teman orang tuaku. Yang aku tidak senangi adalah mereka juga senang membanding-bandingkanku dengannya. Memang aku tidak sepintar dia, tidak secerdas dia dan tidak lebih dari segalanya yang dia miliki.
                Mungkin karena perlakuan kedua orangtuaku itu akupun menjadi liar dan nakal. Aku selalu tertekan bila mereka sudah membanding-bandingkanku. Aku tidak mengerti dengan mereka. Bisa nggak sih mereka terima aku apa adanya. Meskipun mereka punya anak yang lebih baik dari aku. Aku seperti tidak dihargai. Mungkin karena itu nilai-nilai di sekolahku anjlok. Aku naik kelaspun karena berkat kekayaan orang tuaku. Aku sering bolos sekolah dan berkumpul dengan teman-temanku yang juga nakal sepertiku.
                Aku mengganti bajuku kemudian merebahkan tubuhku di tempat tidur. Aku teringat pada cewek  yang nggak ku kenal, yang seharian ini tidur di pundakku. Jas seragamku kan ada padanya. Tadi aku melihatnya kedinginan. Akupun menyelimutinya dengan jas seragamku. Kurasa itu bisa menghangatknnya. Biarlah jas itu ada padanya. Toh aku tidak akan sekolah di tempat itu lagi. Karena aku terlalu sering bolos, akupun di D.O. dari sekolahku. Entah bagaimana dengan masa depanku nanti.
                Cewek itu, cewek berambut panjang sepunggung, rambutnya hitam. Matanya bulat, tidak sipit dan bola matanya hitam. Saat dia tersenyum lesung pipit Nampak di kedua pipinya yang mempermanis wajah imutnya yang polos tapi terkesan dewasa. Siapa ya namanya. Sepertinya tadi di seragam sekolahnya tertulis nama Lee Sohee, apa benar itu namanya?. Tunggu, sepertinya saat dia menelepon tadi, dia menyebut nama Donghae. Apakah donghae yang itu?         
                Sohee’s POV
                Aku masuk ke dalam rumahku. Donghae oppa masih memasukkan mobil ke dalam garasi. Appa dan Umma sedang duduk di sofa di ruang tamu. Aku yakin pasti akan kena marah. Aku berjalan menghampiri mereka. Dan dugaanku benar. Akupun kena semprot kedua orang tuaku. Tapi karena aku menjelaskan yang terjadi sebenarnya, merekapun memafkanku. Sampai di kamar aku segera mengganti seragam sekolahku dengan piyama bergambar teddy bear. Karena penasaran dengan kata-kata oppaku tadi, akupun pergi ke kamar oppaku.
                Di kamarnya, oppaku sedang memperhatikan jas seragam milik orang tadi. “Lee sungmin.” Ujar oppaku. “siapa Lee Sungmin, oppa?” tanyaku mengagetkan donghae oppa. “Pemilik jas ini.” Jawabnya spontan. “berarti orang yang tadi itu namanya lee sungmin?” tanyaku. “bisa jadi. Sepertinya dia itu Lee sungmin yang itu.” Jawab donghae oppa. “apa kau mengenalnya?” tanyaku penasaran. “Tidak terlalu, Dia seangkatan denganku. Dia itu…” oppaku menhentikan omongannya kemudian menatapku. “dia itu, kenapa oppa?” tanyaku. “tidak kenapa-kenapa. Pokoknya jangan berhubungan dengannya lagi. Jas ini biar aku yang kembalikan. Sudah tidur sana!” perintah oppaku sambil mengusirku keluar dari kamarnya.
                ** *
 Sungmin’s POV
                Tic toc, tic toc. Jan dinding dikamarku berdetak pelan. Sesekali aku melirik jam dinding itu dan terkadang sedikit kaget melihat jarum dinding yang menunjukkan pukul 1 dinihari. Kenapa aku belum bisa tidur? Tidak seperti biasanya. Akupun mengutak-atik hpku mendengarkan beberapa lagu dari earphone yang terhubung ke hpku. Tak lama kemudian, rasa kantuk pun mulai menggorogoti tubuhku.
                “Sungmin-ah, bangunlah, bukankah kau mau mendaftar di sekolah baru.” Suara samar-samar itu terdengar di telingaku. Yang kemudian berhasil membangunkanku. Aku duduk di tempat tidur dengan mata masih setengah tertutup. “Hya! Sungmin, bangun!” ujar yeoja yang kini sudah berada di sampingku. Dia membangunkanku sambil mengguncang-guncang tubuhku. “Iya, aku bangun.” Ujarku bermalas-malasan. Aku berdiri dari tempat tidurku, kemudian mengambil handuk yang tergeletak di meja belajarku.
                Aku menatap diriku di cermin. Sambil mengancingkan kemeja kotak-kotak berwarna hitam putih yang mempergagah penampilanku. Aku memperhatikan lingkaran hitam di sekeliling mataku akibat dari kurang tidur. Belakangan ini rasanya aku menderita insomnia. Mungkin karena terlalu banyak pikiran. “Sungmin-ah, apakah kau sudah siap?” ujar yeoja yang tadi membngunkanku. “Ne. Aku segera keluar.” Ucapku sambil berjalan keluar kamarku.
Hari ini aku akan mendaftar ke sekolah baru. Atas anjuran dari adik sepupuku yang membangunkanku tadi, aku pun mendaftar ke sekolah nya . Meskipun pada awalnya Appaku tidak setuju, tapi dia merayu Appaku agar aku dizinkan bersekolah di sana. Dan akhirnya Appaku luluh dengan rayuan cewek tomboy itu. Bahkan meskipun dia adik sepupuku, di nggak pernah mau memanggilku oppa. Aku harap di sekolah baruku nanti aku mendapat banyak teman. Doakan aku ya,,, Sungmin, hwaiting!!!
Sohee’s POV
Sudah seminggu berlalu semenjak kejadian itu. Hari ini hari Senin dan aku berangkat sekolah dengan perasaan senang. Entah mengapa firasatku mengatakan bahwa hari ini sangat baik. Dan kurasa sekarang jas milik Lee Sungmin sudah kembali ke pemiliknya. Sebenarnya aku ingin mengenal cowok itu lebih dekat. Tapi apa daya, Donghae oppa melarangku berhubungan dengan orang itu. Bagaimana mau berhubungan, bertemu lagi saja belum tentu.
Bel istirahat pertama berbunyi. Menurutku jam istirahat itu kesempatan untuk menyalin PR atau sekedar mencocokkan jawaban PR. Seperti biasa kalau aku belum mengerjakan PR, selalu satu orang yang kucari yaitu Kyuhyun. Akupun memandang kyuhyun di sebelahku dengan tatapan Puppy eyes. Dia melirikku sebentar dan kurasa dia mengerti karena dia segera mengeluarkan buku PR matematikanya. Tanpa membuang waktu, aku segera menyalinnya ke buku PR matematikaku.
Saat sedang asyik menyalin, tiba-tiba  “Sohee, ada yang mencarimu!” teriak Jaehyeon dari pintu kelas. Aku dan Sujin yang sedang menyalin PR kaget mendengar teriakan Jaehyeon yang keras. Karena teriakan itu pun aku menjadi ingin tahu siapa yang mencariku. Aku berjalan menuju keluar kelas dimana orang  yang mencariku sedang menunggu. Tebak, siapa yang kulihat! Aku aja nggak tau, soalnya dia menghadap kearah lain sehingga hanya bagian belakangnya saja yang terlihat.
Aku mendekati orang itu. Dia berbalik dan sekarangaku bisa melihat wajaknya dengan jelas. Kurasa aku mengenal namja yang berdiri di depanku ini.  “Annyeong Sohee, eoteosimnika?” tanya namja itu dengan suara khasnya.  “A…a…apa… apa kau Lee Sungmin?” tanyaku tergagap-gagap karena keget. “Dari mana kau tau namaku?” tanya Sungmin sambil menatapku. “Dari Donghae oppa.” Jawabku. “Apa kau benar dongsaengnya Donghae?” tanyanya lagi. “Ye, kau mengenalnya?” tanyaku spontan. “Sedikit.” Jawabnya lagi. Dan kami pun mengobrol sampai bel masukkan berbunyi.